HomeOpini › Membangkitkan Mimpi yang Tertunda

Membangkitkan Mimpi yang Tertunda

Published: Thursday, December 3rd, 2009 | Posted in Opini |

“Dream is the art, for soul, for world. So, sound the dream to be real”.

Dreamheart

Tak ada seorangpun didunia ini yang tidak memiliki mimpi. Bahkan bayi fitrah pun memiliki mimpi bahwa ruhnya tetap pada jalur Ilahi hingga kembali lagi dengan Tuhannya.

    Sayangnya mimpi yang sudah dipikirkan, dituliskan, dikhayalkan sebelum tidur maupun saat sedang bete tidak terjaga konsistensi perkembangannya. Saya pribadi untuk mencatat mimpi saja tidak terjadwal. Semau hati saja. Padahal alangkah eloknya kalau mimpi bisa di upgrade setiap minggunya. Di evaluasi perkembangannya. Sejauh mana bisa tercapai. Jangan terpengaruh dengan hingar bingar dunia yang bisa mengalihkan mimpi kita. Membuat waktu kita berantahkan hanya masalah remeh temeh. Semisal jadwalnya menulis, di goda untuk membaca buku. Saatnya waktu membaca buku, malah tergoda facebook browsing. Walau semua positif . Stay Tune. Tetap pada channel yang sudah di sepakati oleh jiwa kita. Supaya proses pembelajaran agar mimpi bisa terwujud tidak terganggu.
    Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world. (Harriet Tubman)
    Satu lagi yang membuat mimpi menjadi terbengkalai salah satunya tidak bersabar menjalani. Why? kenapa saya, kamu selalu mempunyai kebiasaan memimpikan semua serba instan. Kun Fayakun, “Jadilah” wahai mimpi agung. Senang sekali kita memimpikan bahwa impian akan segera dan secepatnya terwujud. Memimpikan menulis buku 700 halaman, di elu-elukan penggemar, terkenal, gila popularitas, tanpa menjalani test kesabaran oleh waktu. Saya yakin ini adalah obat ampuh membuat otak memikul beban strees.
  • Saya akan teringat akan mimpi saya ketika berhadapan dengan Ibu-ibu pengajian yang tercatat di biodata sebagai Ibu Rumah Tangga. Ketika berkenalan sesi kegiatan maka akan menyebutkan dengan pelan “Kegiatan saya Ibu Rumah Tangga saja..” Oleh sebab itulah saya memiliki mimpi membantu dan mendampingi serta mengajak Ibu-ibu untuk menyemangati sesamanya agar Ibu Rumah Tangga (RT) dari yang nothing menjadi something. Dari yang kurang PD dengan sandangan Ibu RT, menjadi bangga menjadi Ibu RT. Dari yang sedikit kegiatan menjadi memiliki kegiatan yang efektif.
  • Sepakat atau tidak stigma Ibu Rumah Tangga adalah status yang kurang bergengsi. Walau sekarang, dalam dunia maya menjadi Ibu Rumah Tangga dengan penghasilan yang ruarrr biasa menjadi impian. Pertama, tidak capek, kedua bisa mengurus keluarga, ketiga fleksibilitas waktu, dst (silahkan ditambahkan^_)
    • Makanya saya bermimpi supaya Ibu RT minimal yang berada disekitar saya bisa mengembangkan dirinya secara maksimal. Tidak kemudian menjadi stag akibat sedikit baca, malas menulis, dan minim kegiatan. Lalu bagaimana solusinya agar senantiasa berkembang. Salah satunya adalah berwirausaha. Haruskah berwirausaha? Bagi saya HARUS berwirausaha. Karena dengan menjadi pengusaha otak akan terus berpikir. Jika sudah berpikir maka akan ada kemauan mencari informasi, setelah itu mencari teman share, ikut diskusi, milis, dan akan bermanfaat buat orang banyak minimal buat diri sendiri. Wanita yang selalu berpikir dan mempunyai mimpi, maka bisa menularkan pada anak-anaknya. Sehingga wanita memiliki inner beauty dengan semangat kehidupan yang ia tebarkan.
  • Saya yakin, anda, mempunya mimpi dan pendapat yang berbeda tergantung fokus kita dimana maka SOUND THE DREAM, everytime. Suarakan hati nurani anda, suarakan visi anda, dan suarakan mimpi anda. Bangkitkan mimpi-mimpi yang tertunda, mimpi anda sewaktu kecil, mimpi anda ketika sedang bersemangat. Karena masih banyak wanita yang harus terus disemangati. Termasuk saya, kamu, dan kita semua. Hingga tetesan semangat akan mampu membuat kehidupan lebih bernyawa. Semoga dengan organisasi IMWAH ini bisa sama-sama menyemangati.
  • “Let us dream of tomorrow where we can truly love from the soul, and know love as the ultimate truth at the heart of all creation” (Michael Jackson)

    By: Wara

    Leave a Reply